Bawa Harapan di Lokasi Terdampak Bencana, Mentan Amran Beri Rp1 Miliar untuk Anak Yatim dan Janda Berita, Nasional, pertanian|April 15, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Padang Pariaman – Di tengah kunjungan kerjanya meninjau sawah terdampak bencana, Menteri
FERI AMSARI, BERHENTI FITNAH KERJA 115 JUTA PETANI INDONESIA! Berita, Opini|April 15, 2026by admin Oleh: Prof. Hasil Sembiring Pernyataan Feri Amsari yang menyebut swasembada pangan sebagai
Petani Optimistis Pertahankan dan Ulangi Capaian Swasembada Beras dibawah Mentan Amran Berita, Nasional, pertanian|April 15, 2026April 15, 2026by admin SENATORNEWS.ID,JAKARTA – Para petani di seluruh Indonesia menyatakan optimisme tinggi dalam menjaga
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Tembus Rekor Tertinggi 4,72 Juta Ton, Bukti Nyata Ketahanan Pangan Nasional Kian Kokoh Berita, Nasional, pertanian|April 13, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Jakarta — Pemerintah mencatat capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4,72 juta
Lima Tahun “Jalan di Tempat”, Kasus Korupsi CCTV Diskominfo Makassar Masih Kabur Berita, Nasional, pertanian|April 13, 2026by admin SENATORNEWS.ID — Aroma tak sedap dari dugaan korupsi pengadaan kamera CCTV di
Mentan Amran Dukung Inovasi Pakan Ayam Probiotik IPB, Siap Dibawa ke Presiden Jika Capai Target Berita, Nasional, pertanian|April 11, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Bogor, — Upaya hilirisasi riset yang didorong kuat oleh Menteri Pertanian (Mentan)
Swasembada Nyata hingga Nagari, Panen Melimpah Terasa di Sumatera Barat Berita, Nasional, pertanian|April 11, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Padang – Gaung swasembada pangan nasional kini benar-benar terasa hingga ke tingkat
Mentan Amran: Stok Beras Menuju 5 Juta Ton, Kampus Harus Jadi Motor Inovasi Pertanian Berita, Nasional, pertanian|April 11, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian stok
Pemprov Sulsel Optimalkan Aset Daerah, Pengadaan Kendaraan Operasional Berbasis Efisiensi Anggaran Berita, Sulsel|April 11, 2026by admin SENATORNEWS.ID,Makassar,– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan di sejumlah media
*Rilis Kementan, 11 April 2026* *Nomor: B-260/HM.160/7/04/2026* *Dari Target 4 Tahun Menjadi 1 Tahun: Strategi Terukur Mentan Amran Wujudkan Swasembada Pangan* Jakarta – Target swasembada pangan nasional yang semula diproyeksikan dalam waktu empat tahun, berhasil dipercepat menjadi satu tahun melalui serangkaian langkah terukur dan terintegrasi yang dijalankan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Perubahan target tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Pada awal pemerintahan, sektor pertanian menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari penurunan produksi beras, keterbatasan pupuk, kerusakan jaringan irigasi, hingga lemahnya distribusi sarana produksi. Data menunjukkan bahwa volume pupuk sempat turun hingga 50 persen, sementara sekitar 17–20 persen petani tidak dapat mengakses pupuk bersubsidi akibat kendala kartu tani. Di sisi lain, sekitar 60 persen jaringan irigasi berada dalam kondisi rusak, diperparah oleh dampak El Nino dan keterbatasan alat dan mesin pertanian. Mentan Amran menyampaikan bahwa percepatan target tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mewujudkan swasembada pangan di tengah dinamika global yang semakin menantang. “Bapak Presiden Prabowo tugaskan kepada kita agar swasembada pangan secepat-cepatnya. Kita siapkan lompatan bersama yang kita buat bersama agar itu terwujud, petani sejahtera, masyarakat tersenyum,” kata Mentan Amran. Menghadapi target besar tersebut, Kementerian Pertanian tidak hanya menjalankan program rutin, melainkan melakukan perubahan sistem secara menyeluruh. Langkah pertama yang dilakukan adalah deregulasi besar-besaran. Sebanyak 547 regulasi disederhanakan, termasuk pencabutan 291 peraturan dan penyederhanaan sejumlah kebijakan menjadi lebih efisien. Secara paralel, Pemerintah menerbitkan sedikitnya 28 regulasi strategis yang terdiri dari 1 Peraturan Pemerintah (PP), 3 Peraturan Presiden (Perpres), 2 Keputusan Presiden (Keppres), 10 Instruksi Presiden (Inpres), 9 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), 2 Keputusan Menteri Pertanian, serta 1 R-Inpres terkait percepatan produksi pangan. Reformasi kemudian difokuskan pada sektor pupuk sebagai faktor kunci produksi. Pemerintah mengembalikan alokasi pupuk bersubsidi menjadi 9,55 juta ton, menurunkan harga pupuk subsidi (Urea & NPK) hingga 20 persen, memperluas akses petani melalui penggunaan KTP sehingga seluruh petani dapat memperoleh pupuk tanpa hambatan administratif, membangun 7 pabrik pupuk baru, 5 diantaranya akan diresmikan sebelum tahun 2029 serta penyederhanaan penyaluran pupuk bersubsidi. ”Itulah hebatnya Presiden kita, pemerintahan sekarang. Volume pupuk dipenuhi, kemudian harga turun 20 persen. Sekarang petani mana ada yang berteriak soal pupuk,” ungkap Mentan Amran. Di sisi pembiayaan, Kementerian Pertanian melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp3,8 triliun yang dialihkan langsung ke kegiatan produktif seperti penyediaan benih unggul, pompanisasi, dan alat mesin pertanian. Kebijakan ini terbukti mampu mendorong peningkatan produksi beras. Intervensi produksi dilakukan secara masif melalui berbagai program. Optimalisasi benih unggul diterapkan pada lahan seluas 5 juta hektare dengan produktivitas mencapai 9,52 ton per hektare untuk lahan irigasi, 6-7 juta ton per hektare untuk lahan rawa, 8-9 ton per hektare untuk lahan tadah hujan dan 9,06 ton per hektare untuk lahan toleran salin. Program pompanisasi juga digencarkan pada 1 juta hektare lahan tadah hujan, yang sebelumnya hanya mampu tanam satu kali menjadi hingga tiga kali tanam. Selain itu, pemerintah melakukan optimalisasi lahan rawa serta mencetak sawah baru dengan target mencapai 3 juta hektare, termasuk pengembangan kawasan seluas 500 ribu hektare di Kalimantan Tengah. Perbaikan infrastruktur juga menjadi prioritas melalui pembangunan dan revitalisasi 61 bendungan dengan potensi layanan irigasi mencapai 400 ribu hektare. Langkah ini diperkuat dengan rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga 46 persen. Transformasi pertanian juga dilakukan dengan mendorong mekanisasi dan modernisasi. Mentan Amran mengungkapan bahwa penggunaan alat dan mesin pertanian terbukti mampu menekan biaya produksi hingga 50 persen dan meningkatkan hasil produksi hingga 100 persen. “Kita sedang menggeser pertanian dari cara tradisional menuju sistem modern dengan pemanfaatan drone untuk pemupukan dan penanaman serta penerapan precision agriculture dan smart farming sehingga biaya turun dan produktivitas naik. Dan ini kita libatkan generasi muda untuk terjun ke dalamnya,” terangnya. Di saat yang sama, pembenahan tata kelola dilakukan melalui reformasi birokrasi dan pemberantasan mafia pangan. Sebanyak 248 pejabat dilakukan rotasi dan evaluasi, serta ribuan izin distribusi pupuk dicabut guna memastikan distribusi berjalan tepat sasaran. Berbagai strategi tersebut diperkuat melalui kebijakan di hilir yang langsung menyasar petani. Perum BULOG turun langsung ke lapangan membeli gabah petani dengan skema any quality seharga Rp6.500/kg. Langkah ini berhasil menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani, sekaligus meningkatkan cadangan beras pemerintah Seluruh langkah tersebut memberikan dampak signifikan. Produksi beras nasional meningkat sebesar 4,07 juta ton atau 13,29 persen di tahun 2025. Cadangan beras pemerintah (CBP) hingga April 2026 dilaporkan mencapai 4,59 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat menjadi 125,35, tertinggi dalam 34 tahun terakhir, sementara pertumbuhan sektor pertanian mencapai 5,74 persen, tertinggi dalam 25 tahun. “Empat tahun rencana awal swasembada, begitu Bapak Presiden melihat ada geopolitik yang memanas, ‘Pak Mentan, apapun caranya, satu tahun’. Jadi, ini luar biasa satu tahun swasembada. Dan, stok cadangan beras kita insya Allah bulan ini lima juta ton,” ucapnya. Produksi tersebut melampaui kebutuhan domestik yang berada pada kisaran 2,5 – 2,6 juta ton per bulan. Surplus ini menegaskan kemandirian pasokan nasional sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia. Capaian produksi nasional sebelumnya sudah diprediksi oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) yang menyebutkan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton, tertinggi di kawasan ASEAN, melampaui Thailand dan Vietnam. Atas capaian tersebut, pemerintah mendeklarasikan swasembada pangan nasional pada 7 Januari 2026 lalu di Karawang, Jawa Barat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa percepatan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada keberanian melakukan reformasi menyeluruh, mulai dari kebijakan, distribusi, hingga tata kelola sektor pertanian. Berita, Nasional, pertanian|April 11, 2026April 11, 2026by admin SENATORNEWS.IDJakarta – Target swasembada pangan nasional yang semula diproyeksikan dalam waktu empat