Resmi Terbentuk, Rahman Pina Pimpin Komite Sepakbola Mini Sulsel

SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya resmi terbentuk melalui musyawarah provinsi (Musprov).

Momen bersejarah ini juga ditandai dengan terpilihnya Rahman Pina sebagai Ketua Umum untuk masa jabatan pertama.

Ketua Tim Penerima Mandat KSMI Sulsel, Prof. Nukrawi Nawir, mengonfirmasi bahwa Musprov berjalan lancar dan menghasilkan keputusan tersebut.

“Kita sudah selesai mengikuti Musyawarah Provinsi pembentukan KSMI Sulsel. Alhamdulillah, teman-teman dari berbagai kalangan telah menetapkan Rahman Pina sebagai ketua,” ujar Nukrawi, Sabtu (20/9/2025).

Nukrawi mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil proses yang tidak mudah. Dirinya mengaku telah beberapa kali menawarkan posisi ketua di sejumlah cabang olahraga (cabor) lain kepada Rahman Pina, namun yang bersangkutan selalu menolak.

“Alhamdulillah, hari ini dia bersedia menerima amanah sebagai Ketum Pengurus Provinsi KSMI Sulsel, walau cabor ini baru saja diresmikan sebagai anggota KONI Pusat pada 5 September lalu,” jelasnya.

Meski telah terbentuk, Nukrawi menegaskan bahwa KSMI Sulsel belum secara resmi menjadi anggota tetap KONI Sulsel. Status tersebut menunggu diterbitkannya Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Pusat (PP) KSMI.

“SK pembentukan pengurus KSMI Sulsel harus ditetapkan dan kami dilantik oleh Ketua PP KSMI terlebih dahulu. Setelah itu, barulah kami akan mendaftarkan diri ke KONI Sulsel. Kami berharap proses ini tidak memakan waktu lama,” paparnya.

Ke depan, sesuai arahan PP KSMI, pengembangan cabor Mini Soccer akan segera dilakukan. Langkah konkretnya adalah dengan membentuk klub-klub di tingkat kabupaten/kota yang berada di bawah naungan KSMI Sulsel.

Dengan adanya klub, maka akan dibentuk pula Badan Liga Daerah (BLD). Nukrawi juga menyampaikan rencana untuk segera membentuk pengurus KSMI di tingkat kabupaten/kota se-Sulsel.

“Dalam struktur kepengurusan nanti akan ada Badan Liga Daerah. Nantinya, juara dari liga daerah akan bertemu di tingkat nasional. Modelnya hampir sama dengan yang diterapkan PSSI,” pungkasnya. (Leony amparita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *