SENATORNEWS.ID, MAKASSAR—Di tengah banyaknya sorotan pada perilaku para legislator di Indonesia belakangan ini, beberapa orang tetap mampu menunjukkan “wajah baik” mereka sebagai wakil rakyat.
Bukan hanya bisa menjalankan perannya sebagai perpanjangan tangan warga yang diwakilinya dengan menjalankan tugas dan fungsinya di gedung wakil rakyat, mereka juga menunjukkan pengabdian nyata di masyarakat.
Di Sulawesi Selatan, dr Fadli Ananda SpOg MKes adalah salah satu sosok yang banyak disorot publik sebagai teladan wakil rakyat.
Sebagai anggota DPRD Sulsel periode 2024-2029, kinerja dan kepeduliannya pada warga dianggap salah satu yang terbaik.
Hari ini, Rabu, 24 September 2025, persis setahun dokter spesialis kandungan itu bertugas di DPRD Sulsel dan ia telah menulis namanya dengan harum tanpa perlu berkoar-koar.
Di luar tugas-tugas kesehariannya di DPRD, selama setahun ini, anggota dewan dari Daerah Pemilihan Makassar A, meliputi Kecamatan Mariso, Mamajang, Makassar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Tamalate, Rappocini, dan Kepulauan Sangkarrang itu menebar kebajikan di mana-mana.
Namun, yang paling disorot adalah program bantuan Rp50 ribu per pasien di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Ananda.
Pemberian gift ini sebelumnya pernah viral di media sosial setelah sejumlah emak-emak memberikan testimoni mereka.
Bantuan itu bersumber dari gaji dan tunjangan Fadli Ananda sebagai Anggota DPRD Sulsel. Ia memilih membagikannya kepada ibu yang baru melahirkan dan anak yang sakit.
Ibu yang baru melahirkan dan anak yang sakit dan menjalani perawatan di RSIA Ananda mendapatkan gift berupa uang tunai sebesar Rp50 ribu.
Selama setahun, program ini berhasil menyentuh sekitar 15 ribu penerima manfaat lewat RSIA Ananda.
“Data kami, penerima manfaat 50 ribu per pasien sudah tembus 15 ribu orang dengan ratio 1.000-1500 orang per bulan,” kata Riska, Staf Administrasi Dan Keuangan RSIA Ananda, Rabu 24 September 2025.
Dengan angka itu, Fadli Ananda bisa mengalokasi hingga Rp75 juta per bulan untuk programnya tersebut.
“Itu di luar pemberian bantuan seperti sembako yang diserahkan dokter Fadli Ananda,” ungkap Riska.
Menurutnya, mereka merilis angka-angka ini sebagai bentuk pertanggung jawaban kinerja Fadli Ananda selama setahun bertugas sebagai wakil rakyat.
Bagi Fadli Ananda sendiri, ini adalah janji yang harus ditepati. Dulu, saat berkampanye ia menyampaikan komitmennya untuk berkonstribusi menekan angka kematian ibu dan stanting sesuai keahliannya.
Politisi muda PDIP Sulsel itu menegaskan, ia tidak ingin hanya memberikan janji kosong. Bagi dia, sebagai wakil rakyat, diirnya tidak mau menciderai kepercayaan warga, serta merusak nama baik lembaga legislatif maupun partainya. Meski imbasnya, pembalap nasional itu tidak menikmati gaji dan tunjangan sebagai anggota DPRD untuk dirinya. (Kokoandara)






