[28/9, 8.14 AM] Ayah: Unjuk Kualitas di Kriyanusa 2026, Kriya Khas Kaltara Bersiap Tembus Pasar Global
Bawa Seni Tradisi ke Panggung Nasional, Dekranasda Kaltara Dorong Perajin Benuanta Go International
Sentuhan Teknologi dan Tradisi: Karya Perajin Kalimantan Utara Memikat di Kriyanusa 2026
Perkuat Daya Saing Wastra dan Anyaman, Kriya Kaltara Curi Perhatian di JCC
Kriyanusa 2026: Strategi Dekranasda Kaltara Angkat Nilai Budaya dan Ekonomi Perajin Lokal
JAKARTA – Produk kerajinan khas Bumi Benuanta memperoleh panggung yang lebih luas dalam ajang Kriyanusa 2026. Melalui partisipasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Utara (Kaltara), aneka kerajinan seperti anyaman rotan, singal, kain tenun, hingga batik bermotif khas Kaltara dipromosikan ke tingkat nasional sekaligus didorong agar semakin kompetitif hingga mampu menembus pasar internasional.
Pameran bergengsi Kriyanusa 2026 ini digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, mulai 26 hingga 30 September 2026. Perhelatan ini menjadi sarana strategis bagi para kreator lokal dari berbagai pelosok Nusantara untuk memamerkan hasil karya mereka, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang pasar yang lebih lebar.
Ketua Dekranasda Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, SH, menegaskan bahwa memajukan kriya daerah memerlukan pembinaan terarah serta kolaborasi yang berkelanjutan. Ia menambahkan, peningkatan Mutu produk harus beriringan dengan komitmen menjaga keaslian identitas budaya lokal.
“Para perajin mesti terus mendapatkan pendampingan agar kualitas karya serta kreativitas mereka kian terasah. Dengan begitu, hasil karya Kaltara dapat makin populer dan mampu bersaing di pasar yang lebih kompetitif,” ungkap Rahmawati.
Ia menuturkan, proses pembinaan memegang peranan vital untuk memastikan kriya Kaltara tidak sekadar elok dipandang, tetapi juga memiliki standar kualitas tinggi dan nilai jual tambah. Upaya penguatan tersebut mencakup pembenahan mutu hasil akhir, pembaruan desain, pemilahan material utama, hingga pengembangan teknik pewarnaan.
Pada ajang Kriyanusa 2026 kali ini, Dekranasda Kaltara memboyong jajaran produk unggulan daerah, seperti aneka anyaman rotan, ikat kepala tradisional singal, kain tenun, serta batik khas Kaltara. Hasil kriya tersebut tidak hanya mendatangkan nilai ekonomis, tetapi juga menjadi cerminan identitas budaya warga Kaltara.
Agenda Kriyanusa tahun ini mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Sebanyak 410 stan yang diisi oleh 257 peserta turut menyemarakkan acara, yang terdiri atas unsur Dekranas, Dekranasda, instansi kementerian/lembaga, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga berbagai elemen masyarakat.
Ragam produk seni ditampilkan, mulai dari olahan kayu, batik dan tenun, kriya logam, kerajinan kulit, anyaman, olahan kertas, bahan daur ulang, hingga produk keramik dan tanah liat. Selain pameran, jajaran acara disemarakkan dengan fashion show, parade wastra, diskusi interaktif, lokakarya, penganugerahan stan dan kriya terbaik, hingga ragam program berbasis teknologi digital.
Sentuhan teknologi modern menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran Kriyanusa 2026. Para pengunjung disuguhi pengalaman digital imersif, tampilan hologram, hingga aktivitas membatik secara digital. Integrasi ini membuktikan bahwa pelestarian warisan budaya dapat berjalan selaras dengan inovasi teknologi dan kreativitas masa kini.
Pameran Kriyanusa 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, jajaran Pengurus Pusat Dekranas, serta deretan pengurus Dekranasda dari bermacam daerah di Indonesia.
Ketua Panitia Kriyanusa 2026, Ayu Heni Rosan, menyampaikan bahwa seni kriya merupakan bagian penting dari kekayaan tradisi dan jati diri daerah yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai tumpuan ekonomi kreatif nasional.
Menurut Ayu, pengembangan sektor kriya wajib berakar pada tradisi lokal, namun tetap harus diselaraskan dengan sentuhan kreativitas, inovasi, pemanfaatan teknologi, serta kejelian membaca arah permintaan pasar.
“Nilai-nilai tradisi harus tetap hidup, tetapi terus bergerak maju melalui sentuhan kreativitas, inovasi, teknologi, serta kejelian membaca kebutuhan pasar,” tutur Ayu.
Melalui keikutsertaan di Kriyanusa 2026, Dekranasda Kaltara berharap makin banyak hasil kriya daerah yang mendapatkan ruang promosi, membuka peluang kemitraan baru, serta memperluas jangkuan pasar. Kolaborasi antara tradisi, kreativitas, dan teknologi diharapkan
SENATORNEWS.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyepakati pemberian beasiswa bagi hingga 20 mahasiswa Palestina sebagai bentuk dukungan konkret Indonesia terhadap generasi muda Palestina. Kesepakatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama Indonesia dan Palestina di bidang pendidikan, pertanian, serta sosial dan keagamaan.
Kesepakatan itu disampaikan Mentan Amran saat menerima Utusan Khusus sekaligus Penasihat Presiden Negara Palestina Bidang Urusan Agama dan Keislaman serta Ketua Komite Kepresidenan untuk Bantuan Palestina, Mahmoud Sedqi Abdalrahman Alhabbash, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (28/9).
Dalam pertemuan tersebut, Mentan Amran menyampaikan bahwa kesempatan pendidikan akan diberikan kepada sekitar 20 mahasiswa Palestina.
Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan, tetapi juga terbuka bagi alumni Palestina yang memiliki kompetensi dan ingin berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Indonesia.
“Untuk sekolah. Sekolah dulu ya. Sepuluh, sepuluh sampai dua puluh. Jadi untuk mahasiswa. Tapi kalau alumni juga enggak apa-apa,” ujar Mentan Amran.
Mentan Amran mengatakan, para mahasiswa dan alumni Palestina tersebut nantinya berpeluang dilibatkan dalam pengembangan fasilitas pendidikan dan keagamaan yang disiapkan di kawasan smart city di Makassar, Sulawesi Selatan.
Salah satu fasilitas yang tengah disiapkan adalah masjid dengan kapasitas sekitar 20.000 jamaah. Kehadiran mahasiswa dan alumni Palestina diharapkan tidak hanya memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga membuka ruang kontribusi sesuai keahlian masing-masing.
“Saya pekerjakan. Sepuluh, sepuluh ya. Ada banyak, banyak pelajar. Mereka bisa. Mereka banyak pelajar. Mereka mencari pekerjaan,” kata Amran.
Menurut Amran, dukungan terhadap mahasiswa Palestina merupakan bagian dari upaya membangun kerja sama yang memberikan manfaat langsung, terutama bagi generasi muda. Pendidikan dinilai dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka ruang kolaborasi jangka panjang.
Selain membahas pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama di sektor pertanian. Palestina menyampaikan ketertarikannya untuk mengembangkan kerja sama investasi pertanian dengan Indonesia.
Alhabbash menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut dan berharap hubungan kerja sama Indonesia-Palestina dapat terus diperluas, khususnya melalui kolaborasi di bidang pertanian.
“Kami telah melakukan pertemuan yang sangat bermanfaat dengan Yang Mulia Menteri untuk membahas kerja sama di bidang investasi pertanian. Kami berharap dapat membangun kerja sama yang baik antara Palestina dan Indonesia, khususnya di bidang pertanian,” ujar Alhabbash.
Pembahasan tersebut membuka peluang penguatan hubungan bilateral melalui kerja sama yang lebih konkret, tidak hanya dalam dukungan kemanusiaan dan pendidikan, tetapi juga melalui sektor pertanian yang memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi.
Melalui pertemuan tersebut, Kementerian Pertanian mendorong agar hubungan Indonesia dan Palestina terus berkembang melalui program yang memberikan manfaat nyata.
Pemberian beasiswa bagi mahasiswa Palestina sekaligus penjajakan kerja sama pertanian menjadi bagian dari langkah tersebut, dengan pendidikan dan pertanian sebagai ruang kolaborasi yang dapat memperkuat hubungan kedua negara.
