SENATORNEWS.ID, SINJAI–Puluhan orang sudah berkumpul di halaman sebuah rumah panggung di Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Rumah itu dikelilingi halaman luas, hampir seluas lapangan sepak bola. Beberapa pohon besar masih berdiri kokoh membuat udara panas tidak terasa menyengat.
Di halaman depan rumah tersedia panggung, dilengkapi seperangkat alat musik. Kursi-kursi tertata di depan dan samping panggung, dinaungi tenda dari terpal membentang berbentuk huruf L.
Tulisan “Halal bi Halal dr Felicitas R Asapa bersama Sahabat Ibu Dokter” terpampang di belakang panggung. Halal bi halal bersama sahabat dokter berlangsung Kamis, 25 Mei 2023.
Matahari mulai condong ke barat ketika dr Felicitas R Asapa—lebih akrab disapa dr Sita–tiba di lokasi. Dia diminta naik ke rumah, menemui sejumlah tokoh masyarakat yang sudah menantinya.
Mereka berbincang berbagai hal. Selain bernostalgia mengenang masa-masa ketika dr Sita bertugas di Sinjai sebagai kepala rumah sakit umum daerah dan istri bupati, juga membicarakan perkembangan pembangunan di daerah dan Indonesia.
Saat dr Sita bersama tokoh masyarakat masih mengobrol di atas rumah, satu-satu warga berdatangan. Mereka mengisi kursi-kursi yang tersedia. Warga terdiri atas laki-laki dan perempuan dewasa, sebagian remaja putra dan remaja putri.
Beberapa saat berselang halaman rumah makin padat. Andi Amin selaku tuan rumah mengawali acara halal bi halal sahabat ibu dokter. Dia mengungkapkan pengalaman dr Sita saat bertugas di Sinjai.
Diawali kala memimpin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) hingga mengetuai Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sinjai. Jabatan terakhir ia emban saat mendampingi suaminya, almarhum Andi Rudiyanto Asapa, memimpin daerah ini.
Andi Rudiyanto 10 tahun menjabat bupati Sinjai, 2003-2013. Dokter Sita ikut mengambil peran membantu dan memberdayakan masyarakat. Peran itu tidak hanya selama rentang waktu 10 tahun, tetapi juga saat menjabat ketua RSUD.
Andi Amin mengisahkan peran dr Sita yang selalu dikenang masyarakat adalah program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Pemerintah Daerah Sinjai. Program ini membebaskan biaya pengobatan bagi keluarga kurang mampu yang menjalani pengobatan di rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya.
Kala diberi kesempatan berbicara, dr Sita memperjelas penuturan Andi Amin. Dia lalu mengisahkan latar belakang lahirnya program Jamkesda di Sinjai. Kata dr Sita, itu bermula ketika ia menjadi Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Galesong Utara hingga memimpin RSUD Sinjai.
Dia merasakan betapa sulitnya warga dari mayarakat kurang mampu jika ada anggota keluarga yang menderita sakit.
Dalam melayani masyarakat, ia tidak membedakan status sosial. Semua kalangan ia bantu, sepanjang masalahnya mampu ia jangkau. Tangannya ringan menjulur, kaki enteng melangkah. Hal ini membuat dr Sita dekat dengan masyarakat di Sinjai.
Kedekatan itu ditunjukkan saat dr Sita berkunjung ke Sinjai. Mereka berinisitif menggelar pertemuan dalam silaturahmi. Warga Sinjai Selatan bahkan menggelar halal bihal dr Felicitas R Asapa Bersama sahabat ibu dokter di halaman yang luas sebuah panggung. Pertemuan berakhir, warga bergantian bersalaman minta foto bersama. (*)
