Intip Aksi Mentan Amran Geber Motor Trail Saat Meninjau Lahan Rawa di Tanah Laut Kalsel

Berita, Nasional186 Views

SENATORNEWS.ID, KALSEL.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung meninjau lahan rawa tadah hujan di Desa Padang Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (16/11/2023). Aksinya menggeber sepeda motor jenis trail mencuri perhatian masyarakat setempat.

Menuju ke lokasi peninjauan, medan yang dilalui lumayan sulit dan sempit. Kendaraan roda empat tak bisa menembus lokasi.

Alhasil, Andi Amran dan pejabat Kementan harus menggunakan sepeda motor untuk melihat langsung lahan rawa yang bakal disulap menjadi sawah.

Amran yang juga Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanudin (IKA UNHAS) ini menyatakan, Kalimantan Selatan adalah penopang pangan Indonesia sehingga Kementerian Pertanian akan merancang Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan menjadi penopang pangan nasional.

Amran menjelaskan potensi lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar itu jika dikelola dengan optimal, dapat menghasilkan beras sebesar 1 juta ton.

Oleh karena itu, upaya yang dilakukan dalam optimasi lahan rawa yakni melalui rehabilisasi dan selebihnya dibangun menjadi lahan sawah.

“Kementan akan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar, minimal 150 ribu hektar,” ujarnya.

Dijelaskan, indeks Pertanaman lahan sawah rawa di Kalsel 1 kali setahun, sehingga Kementan akan memdongkraknya menjadi 2 kali.

“Maka kita akan membangun tanggul sepanjang sungai, agar tersedia air dan tidak terjadi banjir,” ungkapnya.

Amran optimis dapat membangun dan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Tanah Laut.

Pasalnya, Program Serasi (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterakan Petani) berjalan baik. Bahkan penyaluran pupuk di Kabupaten Tanah Laut pun terbaik, yakni tidak ada satu pun petani yang mengeluh pupuk karena sudah menerapkan KTP untuk menebus mendapatkan pupuk subsidi.

“Benih padi yang digunakan pada lahan rawa ini yakni bibit unggul, sesuai keinginan petani bukan pemerintah pusat. Dulu kami dengar ada bantuan benih yang ditolak petani, kami minta Dirjen itu distop. Karena petani yang tanam, banyak petani yang tidak mau tanam benih bantuan karena produksinya rendah. Sekarang benih yang diminta petani di seluruh Indonesia itu yang kami siapkan,” papar Amran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *