5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Jemaah Perempuan saat Wukuf di Arafah

Berita, Nasional37 Views

SENATORNEWS.ID, ARAB SAUDI – Wukuf merupakan rukun haji yang paling penting. Wukuf adalah berdiam diri di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Wukuf di Arafah adalah momen paling sakral dalam ibadah haji. Namun, bagi jemaah perempuan, ada beberapa hal khusus yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap sah dan terasa nyaman

Badriyah Fayumi, Musytasyar Dini yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, mengingatkat 5 hal penting yang perlu diperhatikan jemaah perempuan saat wukuf di Arafah, yaitu

1. Haid Bukan Halangan untuk Wukuf

Perempuan yang sedang haid tetap bisa melaksanakan wukuf. “Yang tidak bisa dilakukan hanya tawaf, itu pun bisa dilakukan setelah suci,” kata Badriyah.

Jika haid datang saat baru tiba di Makkah dan waktu sudah mendekati wukuf, jemaah bisa mengubah niat haji dari tamattu’ menjadi qiran. Dengan begitu, mereka tetap bisa ikut wukuf tanpa harus tergesa menyelesaikan umrah lebih dulu.

2. Antisipasi dengan Pembalut atau Pampers

“Selama wukuf, antrean di toilet biasanya sangat panjang. Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, disarankan jemaah perempuan mengenakan pembalut atau pampers. Ini bukan soal kenyamanan semata, tapi juga menjaga kesucian pakaian ihram,” jelas Badriyah.

3. Masker dan Aurat Saat Ihram

“Secara fikih, perempuan tidak diperkenankan menutup wajah dan telapak tangan saat ihram. Namun dalam kondisi tertentu seperti cuaca ekstrem atau risiko penularan penyakit ISPA, penggunaan masker diperbolehkan. Kalau demi menjaga kesehatan, itu tidak mengapa. Tapi kalau ingin lebih berhati-hati, bisa membayar fidyah dengan puasa tiga hari atau sedekah kepada enam fakir miskin,” urai Badriyah.

4. Hemat Tenaga, Gandakan Ibadah

“Kita masih punya waktu dua pekan menuju Armuzna. Gunakan waktu ini untuk ibadah yang ringan tapi berpahala besar, seperti zikir, tadarus, sedekah, doa, sabar, dan pengendalian diri,” pesan Badriyah.

5. Hindari Perdebatan, Perkuat Keikhlasan

“Pilihlah pendapat yang paling menenangkan hati. Jangan habiskan waktu untuk memperdebatkan hal yang tidak perlu. Fokuslah pada niat dan keikhlasan,” tutur Badriyah.

Dengan memperhatikan 5 hal penting di atas, jemaah perempuan dapat menjadikan wukuf di Arafah sebagai titik balik spiritual dan meningkatkan keikhlasan dalam beribadah.

“Ketika kita lelah berjalan menuju Jamarat, niatkan sebagai langkah menuju Allah. Ketika kita melepaskan kenyamanan saat ihram, niatkan sebagai tanda cinta kepada-Nya. Semoga semua pengorbanan ini mengantarkan kita menjadi haji yang mabrur,” pungkas Badriyah. (leony amparita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *