SENATORNEWS.ID, MAKASSAR — Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, mendorong adanya jalur afirmasi beasiswa LPDP bagi putra-putri dari wilayah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.
Menurutnya, afirmasi ini penting agar calon penerima dari daerah tidak harus bersaing dengan kondisi yang tidak seimbang dengan peserta dari kota besar seperti Jakarta.
“Anak-anak Sulsel tidak mungkin terlalu bersaing dengan Jakarta. Mereka perlu afirmasi agar punya kesempatan yang sama untuk berkembang,” kata Andi Yuliani saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Pendaftaran Beasiswa LPDP yang digelar oleh Mata Garuda Sulsel secara berani, Selasa (29/7/2025).
Acara ini digelar sebagai bagian dari upaya mendampingi calon pendaftar beasiswa LPDP angkatan 2 tahun 2025, yang akan ditutup pada 31 Juli 2025. Hadir pula sebagai pembicara, Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso dan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman.
Dalam paparannya, Andi Yuliani menjelaskan bahwa DPR bersama Kementerian Keuangan telah menyetujui pagu anggaran LPDP tahun 2025 dan kebutuhan belanja tahun 2026 dengan total Dana Abadi Pendidikan (PNBA) mencapai Rp10 triliun. Ia menegaskan bahwa LPDP tidak hanya untuk ilmu pengetahuan, tetapi juga memuat penelitian, pendidikan tinggi, kebudayaan, hingga rekayasa teknologi.
“Kita harus selalu bersyukur karena bisa mendapat beasiswa. Saya tiga hari tidak tidur mengurus KIP Kuliah, dan saya tahu bagaimana perjuangan itu,” ungkapnya.
Menurut politisi PAN asal Dapil Sulsel II itu, beasiswa LPDP seharusnya tidak hanya berorientasi pada keberangkatan ke luar negeri. Justru menurutnya, peluang dalam negeri juga patut diperjuangkan dengan sistem afirmatif yang tidak terlalu menekankan kondisi seperti kemampuan bahasa asing.
“Saya berharap LPDP dalam negeri bisa lebih ramah dengan syarat. Tidak semua anak daerah siap TOEFL tinggi, tapi semangat belajar mereka luar biasa. Itu juga harus dihargai,” ujarnya.
Andi Yuliani memaparkan bahwa LPDP pada tahun 2025 bertujuan memberikan beasiswa kepada sekitar 40 ribu mahasiswa S2, 11 ribu S3, dan 3 ribu dokter spesialis.
“LPDP memberikan perhatian khusus kepada dokter spesialis. Kita ingin semua bidang berkembang, dan saya sangat mendorong agar anak-anak Sulsel ambil bagian,” kata mantan pimpinan Pansus Pendidikan DPR ini.
Ia mengapresiasi kegiatan MG Sulsel sebagai upaya memperluas akses informasi beasiswa LPDP hingga ke daerah-daerah. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dengan MG Sulsel dalam menggelar sosialisasi langsung di berbagai kabupaten/kota di Sulsel.
“Kalau saya ke Sulsel, kita bisa kerja sama. Saya siap menyediakan panggungnya. Kita bisa mengundang pembicara yang membagikan tips sukses seleksi LPDP,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya persiapan bukan hanya dari bidang dokumen atau akademik, tetapi juga dari aspek mental, sikap, dan karakter kepemimpinan.
“Penerima beasiswa LPDP adalah agen pembaruan. Mereka harus punya cara pandang dan penyelesaian masalah yang berbeda. Etika dan behavior itu penting, bukan sekadar IPK tinggi,” ujarnya.
Andi turut mendorong alumni LPDP asal Sulsel untuk aktif memberikan motivasi dan inspirasi kepada pelajar tingkat SMA, khususnya di daerah terpencil. Ia berencana mengadakan kegiatan inspirasi dan motivasi beasiswa di Wajo dan Bulukumba.
“Saya akan mengumpulkan adik-adik SMA. Kita siapkan mental mereka agar mulai sekarang mereka tahu dan bersiap kalau mau S2 lewat LPDP,” ucapnya.
Ia menutup dengan optimisme terhadap peluang anak-anak Indonesia, khususnya dari timur, untuk menempuh pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia.
“Saya dulu hampir ke Oxford, akhirnya saya ke Jerman. Kampus luar negeri sekarang mencari mahasiswa Asia karena jumlah penduduk asli makin sedikit. Ini peluang besar bagi anak-anak Sulsel. Di Oxford, banyak mahasiswa dari China, Korea, Singapura, India. Saya ingin anak-anak Sulsel juga bisa seperti itu,” kata Andi Yuliani.
Sementara itu Ketua MG Sulsel, Asri Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi MG Sulsel dalam memperluas akses informasi beasiswa LPDP, khususnya untuk pemuda Sulawesi Selatan.
“Perlu kami sampaikan pula bahwa MG Sulsel saat ini terus bertransformasi dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak. Sabtu kemarin, kami memantapkan kerja sama strategi dengan Dinas Pendidikan Sulsel melalui program MG Sulsel in Action, sebuah inisiatif progresif yang melibatkan alumni dan penerima penghargaan LPDP se-Indonesia untuk mengajar siswa-siswa Sulsel secara hybrid selama 3–4 bulan dengan pendekatan inovatif,” jelas Asri.
Ia menambahkan bahwa MG Sulsel juga sedang menjajaki kolaborasi dengan DJPB Sulsel melalui program-program sosial seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggulan Garuda.
“Atas nama seluruh pengurus MG Sulsel, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan mendalam kepada semua pihak yang mendukung acara ini. Kehadiran dan pengalaman Bapak/Ibu semua, baik sebagai pembicara maupun peserta, menjadi bekal penting bagi mereka yang tengah menapaki proses seleksi LPDP,” ujar Asri.
Ia juga menitipkan pesan kepada seluruh peserta:
“Jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Sebab bangsa besar lahir dari keberanian anak-anak mudanya untuk bertindak dan berjuang. Beasiswa LPDP bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari tanggung jawab besar untuk mengabdi dan memberi dampak.”(senatornewsid)
