SENATORNEWS.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya memerangi stunting, dan membuahkan hasil gemilang.
Berhasil mencatatkan penurunan angka stunting tercepat kedua se-Indonesia, Sulsel diganjar penghargaan nasional sekaligus insentif fiskal senilai Rp6,9 miliar dari Pemerintah Pusat.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Praktikno kepada Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, dalam Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, Sulsel berhasil memangkas prevalensi stunting secara signifikan sebesar 4,1%, dari 27,4% pada 2023 menjadi 23,3% pada 2024. Capaian ini hanya terpaut tipis di bawah Jawa Barat.
“Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama lintas sektor di Sulsel berjalan efektif. Ini adalah hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Bappelitbangda Sulsel, Iqbal Najamuddin.
Kesuksesan Sulsel ini ditopang oleh sejumlah program inovatif yang berjalan sinergis. Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang dikendalikan langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, berjalan beriringan denganTaman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang fokus pada pengasuhan, serta Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang melibatkan peran aktif para ayah.
Strategi daerah yang konsisten ini sejalan dengan program nasional Bangga Kencana dan Quick Wins BKKBN.
“Sulawesi Selatan menunjukkan penurunan yang nyata. Keberhasilan ini mencerminkan kepemimpinan yang konsisten dalam menjalankan program-program prioritas,” puji Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN RI, Wihaji.
Dengan insentif Rp6,9 miliar yang diperoleh, Pemprov Sulsel semakin optimistis untuk mencapai target nasional, yaitu menurunkan prevalensi stunting di bawah 14% pada 2029 dan 5% pada 2045.
“Pemerintah menempatkan penurunan stunting sebagai prioritas. Target kami sejalan dengan RPJMN, dan penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama,” tegas Asisten I Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar.
Melalui pendekatan berbasis keluarga, edukasi gizi, dan penguatan sanitasi, Sulsel berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas, siap menyambut Generasi Emas Indonesia 2045 (Leony amparita)
