SENATORNEWS.ID, Makasar. – Produksi beras di Sulsel di tahun 2025 meningkat sebesar 18,15 %.
Hal ini terungkap pada “Rapat Koordinasi Pendampingan Program Kementerian pertanian”, yang berlangsung selama dua hari di Hotel Dalton Makassar, Jumat-sabtu (19-20/12/2025).
Rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Penanggungjawab (pj) Swasembada Sulawesi Selatan Prof.Dr.Ir.Fadry Jufri, M.Si, yg juga Kabadan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) kementerian pertanian Indonesia.
Dalam sambutan pembukaan, Pj Swasembada Sulsel, Fadry Jufri menyampaikan salam dan ucapan terimakasih dari Menteri pertanian Dr. Amran Sulaiman kepada seluruh Kadis Pertanian, Kabid, Penyuluh serta semua pihak atas kerja kerasnya sehingga target swasembada bisa kita capai dalam 1 tahun.
Selanjutnya Fadry Jufri mengatakan bahwa atas arahan Bapak Menteri pertanian, dia berharap agar pencapaian swasembada beras tahun ini terus ditingkatkan.
“Saat ini kementerian pertanian juga memprogramkan hilirisasi 14 komoditi unggulan seperti kakao, kopi, kelapa, lada, tebu, gambir”, ungkap Fadry.
“Kementerian pertanian juga fokus untuk sektor peternakan untuk memastikan ketersediaan daging, telur, ayam, serta penyediaan pakan yg bermutu dgn harga yang terjangkau peternak rakyat”, lanjutnya.
Rapat Koordinasi Pendampingan Program Stategis Kementerian Pertanian Prov. Sulsel Tahun 2025 turut dihadiri oleh
Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Prof.Dr.Ir.Yusran Jusuf, M.Si.,
Dr.Ir.Haris Bahrun, M.Si.,
Kapus Diklat BPSDMP Dr.Muhammad Amin,
Direktur Perlindungan Hortikultura Dr.Muh.Sidiq,
Ka Balai Besar Penerapan BRM Dr. Syamsuddin,
Direktur Polbangtan Gowa Dr. Detia Tri Yunandar,
Kepala BRMP Sulsel Ir. Muh.Yusuf, M.Si.,
Ka BRMP Serealia Dr. Amin Nur,
Kepala Loka Umbi Dr. Sarjoni
Peserta Rakor 250 orang, terdiri atas Kadis Pertanian Provinsi Sulsel, Kadis dan Kabid Pertanian Kab/Kota, se Sulawesi Selatan, Koordinator Penyuluh Kab/Kota Se Sulawesi Selatan, serta Pj Swasembada Pangan Kab/Kota se Sulawesi Selatan.
Seperti diketahui, Program strategis kementerian Pertanian yang sementara berjalan di Sulawesi Selatan antara lain, LTT, Oplah lahan kering, Cetak sawah rakyat dan pompanisasi.
Saat ini, Sulsel merupakan produsen beras nomor 4 terbesar di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Produksi padi sulsel tahun 2025 meningkat sebesar 18,15 % dari tahun 2024 yaitu 3,10 jt ton untuk tahun 2025 dibandingkan tahun 2024 yang hanya 2,17 jt ton
