Di Rakorter TNI 2026, Mentan Amran Tekankan Kolaborasi TNI untuk Ketahanan Pangan Nasional

SENATORNEWS.ID, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pertanian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat memberikan pembekalan dalam Rapat Koordinasi Teritorial TNI Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Gatot Subroto Denma Mabes TNI, Kamis (5/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kontribusi TNI dalam berbagai program strategi pertanian, khususnya dalam mendorong percepatan swasembada pangan nasional.

“Disiplin, kerja keras, dan kesiapan menjalankan tugas adalah karakter kuat TNI yang sangat membantu program percepatan pertanian.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran TNI di Indonesia. Swasembada yang kita capai hari ini tidak lepas dari kontribusi TNI di seluruh wilayah,” kata Mentan Amran.

Ia menuturkan bahwa karakter prajurit yang sigap dan siap menjalankan tugas menjadi inspirasi dalam menjalankan program pembangunan pertanian. Menurutnya, semangat tersebut sangat diperlukan untuk mempercepat berbagai program strategi pemerintah.

Mentan Amran menceritakan pengalaman kerja sama Kementerian Pertanian dengan TNI dalam mendukung pengembangan pertanian di wilayah timur Indonesia.

Salah satunya ketika pengiriman 100 unit traktor dari Solo menuju Merauke yang berhasil dipercepat berkat dukungan TNI.

“Waktu itu kami membawa 100 unit traktor dari Solo menuju Merauke.Ketika kami sampaikan kepada TNI, mereka langsung menyatakan siap membantu.

Traktor itu akhirnya diangkut menggunakan pesawat Hercules dan tiba tepat waktu saat kami mendampingi Presiden melakukan kunjungan. Itu di luar biasanya TNI,” ungkapnya.

Menurut Mentan Amran, percepatan pembangunan pertanian tidak mungkin dilakukan oleh satu institusi saja.

Ia menekankan bahwa keberhasilan program swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.

“Tidak mungkin Republik ini bekerja sendirian. Swasembada ini tidak terjadi tanpa dukungan TNI dan masyarakat. Kami di Kementerian Pertanian hanya bagian kecil dari kerja besar bangsa ini,” katanya.

Mentan menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu mempercepat pencapaian swasembada pangan.

Jika sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun, melalui kerja keras dan lintas kolaborasi sektor target tersebut dapat dipercepat.

Selain swasembada, pemerintah juga tengah mendorong hilirisasi sektor pertanian untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Mentan Amran menyebut langkah ini merupakan Arahan langsung Presiden agar Indonesia mampu menjadi negara yang kuat secara ekonomi.

“Kalau Indonesia ingin menjadi negara adidaya, kita harus masuk ke hilirisasi di semua sektor, termasuk pertanian. Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah, tapi harus mengolahnya agar nilai tambah meningkat,” jelasnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kementerian Pertanian menyiapkan program pengembangan komoditas perkebunan di lahan-lahan tidur yang mencakup luas termasuk masyarakat TNI Babinsa di seluruh Indonesia. Program ini mencakup pengembangan komoditas seperti kelapa, kakao, mete, kopi, dan lada.

Program tersebut direncanakan mencakup lahan sekitar 870 ribu hektar dengan dukungan anggaran hampir Rp10 triliun untuk penyediaan bibit dan pengembangan awal.

“Kami menawarkan program ini untuk seluruh Babinsa di Indonesia. Jika ada lahan yang bisa dibangun, kami siapkan tanamannya secara gratis. Ini bagian dari upaya menggerakkan seluruh anak bangsa untuk memanfaatkan lahan tidur dan membangun pertanian nasional,” ujarnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa setelah pengembangan budi daya, langkah berikutnya adalah mendorong hilirisasi komoditas agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Misalnya, ia menyebut komoditas kelapa yang saat ini memiliki peluang besar di pasar global seiring meningkatnya konsumsi produk berbasis santan atau santan sebagai alternatif susu.

“Kalau kita olah dengan baik, nilai tambah jauh lebih besar. Inilah yang sedang kita dorong agar pertanian Indonesia tidak hanya kuat dalam produksi, tetapi juga kuat dalam hilirisasi,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *