SENATORNEWS.ID, JAKARTA — Penguatan sistem pangan berbasis teknologi dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi hal sangat krusial.
Di tengah pertumbuhan populasi dan tantangan perubahan iklim, sektor pangan dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Salah satu solusi yang kini semakin berkembang adalah sistem pangan berbasis teknologi, yaitu pemanfaatan inovasi digital dan teknologi canggih untuk meningkatkan produksi, distribusi, hingga konsumsi pangan secara efisien dan berkelanjutan.
Sistem pangan berbasis teknologi adalah pendekatan modern dalam mengelola rantai pangan dengan memanfaatkan teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi.
Tujuannya adalah meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi pemborosan, serta memastikan distribusi pangan lebih merata.
Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, menyampaikan bahwa inovasi teknologi seperti smart greenhouse memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan produksi pangan di tengah perubahan lingkungan dan kebutuhan gizi yang terus meningkat.
“Upaya pemenuhan gizi tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan bahan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan. Teknologi smart greenhouse menjadi salah satu solusi penting untuk memastikan hal tersebut dapat terwujud secara konsisten,” ujar Hida Rabu (15/4/2026).
Menurut Hida, sistem smart greenhouse memungkinkan proses produksi pangan dilakukan secara lebih efisien dan terkontrol, sehingga mampu meningkatkan kualitas hasil sekaligus menjaga stabilitas pasokan.
Lebih lanjut, Hida menekankan bahwa inovasi ini memiliki potensi besar dalam mendukung penyediaan bahan baku untuk Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
“Kami melihat inovasi ini berpotensi besar untuk mendukung penyediaan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis, karena mampu menghasilkan pangan yang lebih efisien, terkontrol, dan adaptif terhadap tantangan lingkungan,” jelasnya. (Kokoandara)






