Wali Kota Makassar Larang Konvoi dan Sahur On The Road

Berita, Sulsel0 Views

SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Bulan suci Ramadhan identik dengan peningkatan ibadah dan kebersamaan. Namun, di Kota Makassar, euforia menyambut bulan penuh berkah ini tidak boleh mengganggu izin umum dan keselamatan warga.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan tegas melarang segala bentuk konvoi kendaraan dan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang kerap kali menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan.

Larangan ini disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Appi tersebut di Balai Kota Makassar, Rabu (18/2/2026) malam, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap imbauan yang sebelumnya dikeluarkan oleh Kapolrestabes Makassar.

“Saya tegaskan, tidak usah ada sahur di jalan. Apalagi konvoi kendaraan beramai-ramai. Itu jelas mengganggu pengguna jalan lain. Saya lihat seringkali tidak pakai helm, ugal-ugalan. Ini tidak boleh terjadi,” ujar Appi dengan nada serius.

Menurutnya, momen sahur seharusnya diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna. “Lebih baik kita sahur dengan tenang, lalu dikerahkan ke masjid untuk sholat Subuh berjamaah, dan mengaji. Itu jauh lebih bernilai ibadah,” imbuhnya.

Bukan sekadar imbauan, Appi bergerak cepat dengan menerjunkan aparatur kewilayahan hingga level paling bawah. Ia memerintahkan jajaran Ketua RT, RW, Lurah, Camat, dan Satpol PP untuk tidak bekerja sendiri-sendiri.

Mereka wajib berkolaborasi secara solid dengan aparat TNI dan Polri dalam mengawasi lingkungan masing-masing.

“Ramadan ini aktivitas masyarakat meningkat. Ada pasar tumpah, tarawih keliling, hingga potensi gangguan terganggu. Saya minta RT/RW jadi garda terdepan. Petakan potensi kerawangan. Lurah dan camat harus responsif terhadap laporan warga. Pendekatannya harus humanis dan persuasif, tapi jika melanggar aturan, tentu ada penindakan tegas dari Satpol PP dan TNI-Polri,” tegas Appi.

Dengan kolaborasi yang solid ini, Pemerintah Kota Makassar optimistis bulan suci dapat berjalan dengan penuh khidmat, aman, dan kondusif. Appi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga keharmonisan, karena keamanan kota adalah tanggung jawab bersama.

Di sela-sela agenda kerjanya, Appi juga berbagi cerita tentang kebiasaan pribadinya menjalani ibadah puasa. Meski sebagai pemimpin kota ia memiliki jadwal yang padat, ringkas tetap menjadi pilihannya.

“Kalau saya, hari pertama puasa pasti menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah. Setelah itu, baru akan berkeliling terus setiap hari untuk memastikan kondisi kota tetap kondusif,” ungkapnya.

Dengan pendekatan tegas dan humanis ini, Makassar siap menyambut Ramadhan yang lebih tertib, aman, dan penuh berkah. (Leony amparita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *