SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pembukaan Latihan Dasar (Latsar) Calon Non-PNS Tetap (CNPT) Angkatan VII.
Kegiatan dibuka Senin (28/7/2025) dan berlangsung selama enam hari hingga Sabtu (2/8/2025), dan menitikberatkan pada pembentukan karakter serta internalisasi nilai-nilai kelembagaan bagi para dosen dan tenaga kependidikan baru.
Diselenggarakan di Gedung Pertemuan Ilmiah UNHAS, Kampus Tamalanrea, kegiatan ini diikuti oleh 143 peserta dari total 161 CNPT yang terdaftar. Terdiri atas 158 dosen dari seluruh fakultas dan 3 staf tenaga kependidikan (tendik), sejumlah peserta belum hadir karena izin dan lima orang tidak mengonfirmasi, termasuk empat yang menyatakan mundur namun belum menyerahkan surat pengunduran diri.
Direktur Sumber Daya Manusia UNHAS, Prof. Dr. dr. Idar Mappangara, Sp.PD., Sp.JP(K), menjelaskan bahwa peserta akan mengikuti lima kelompok materi utama, yaitu: ke-Unhas-an, penguatan karakter ASN, pengembangan karakter dan etika, telaah kasus, serta outbond.
Materi akan disampaikan oleh 18 narasumber, yang terdiri dari 15 pemateri internal dan 3 eksternal dari Kementerian dan BNPT.
Pembukaan kegiatan oleh Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi UNHAS, Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum., didampingi sejumlah pejabat kampus termasuk Wakil Rektor Akademik, para dekan, direktur, dan mitra pelatihan.
Dalam sambutannya, Prof. Farida menekankan bahwa Latsar ini bukan sekadar prosedural, melainkan bagian penting dari proses penanaman nilai, penguatan integritas, dan pembentukan identitas profesional ASN di lingkungan kampus.
“Perguruan tinggi bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai dan membentuk karakter. Nilai-nilai Unhas seperti integritas, etos kerja, dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari identitas profesional para peserta,” ujar Prof. Farida.
Ia menambahkan bahwa dosen dan tendik bukan sekadar pelaksana teknis, melainkan wajah institusi yang mencerminkan kualitas tata kelola UNHAS di mata publik.
“Kita berharap, melalui Latsar ini, para peserta memahami peran strategis mereka sebagai pendidik, peneliti, serta agen perubahan di tengah dinamika zaman yang terus bergerak cepat,” tambahnya.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata UNHAS dalam membangun budaya kerja yang sehat, berintegritas, dan kolaboratif di lingkungan perguruan tinggi. (Leony amparita)






