Bacaleg PSI Makassar Prioritaskan Program BPJS Gratis

Politik204 Views
Bacaleg DPD PSI Kota Makassar dalam pertemuan di Sekretariatnya, Jl. Diponegoro No.138 Makassar, beberapa waktu lalu. (Istimewa)

MAKASSAR, Senatornews.id — Sebanyak 50 figur Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang diusung DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Makassar menyatakan kesiapannya bertarung dan bertekad memenangkan partai berlambang Bunga Mawar ini di Pemilu 2024. Kesiapan itu diungkapkan para bacaleg dalam pertemuan sekaligus seleksi akhir yang digelar Pengurus DPD Kota Makassar di Sekretariatnya, Jl. Diponegoro No.138 Makassar, beberapa waktu lalu.

Selain menyatakan kesiapan bertarung, para bacaleg juga menyampaikan mulai bergerak menggaungkan sejumlah program prioritas yang telah diwacanakan Pengurus DPP PSI. Program prioritas, salah satunya BPJS gratis bagi seluruh rakyat Indonesia jika PSI menang di pesta demokrasi 2024. Semua bacaleg diwajibkan menyosialisasikan program itu di antaranya melalui penyebaran flyer di media sosial (medsos).

Ketua DPD Kota Makassar Israel Rante Lebang, ST menuturkan, BPJS dibentuk dari semangat perwujudan keadilan sosial, terutama mengacu kepada UU No.40 Tahun 2004 tentang SJSN sebagai pelaksanaan dari konstitusi UUD 1945 pasal 28H ayat 3 dan pasal 34 ayat 2, yakni kewajiban negara memenuhi hak WNI untuk mengakses layanan kesehatan tanpa terkecuali. Kenyataannya, dengan sistem BPJS sekarang, banyak WNI terenggut haknya dalam pemenuhan layanan kesehatan karena hal administratif.

Di samping itu, kata dia, adanya pemisahan 2 kelompok masyarakat yang berbeda mengakses layanan kesehatan kerap melahirkan diskriminasi. “Hal tersebut disebabkan kepesertaan BPJS yang ditentukan oleh iuran,” ujar Israel mengutip pernyataan Wakil Sekjen DPP PSI, Dedek Prayudi di akun twitternya.

Dedek juga memaparkan, BPJS Kesehatan sudah ada sejak 2014 dan sistem kepesertaan berbasis iuran yang dipakai adalah turunan dari sistem pembiayaan contributory yang hingga kini masih belangsung. Pada akhirnya, BPJS yang bertujuan menjadi instrument universal health coverage menjadi tidak tercapai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *