SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) kembali mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Selasa (5/8/2025), di Ruang Senat Akademik, Gedung Rektorat Lantai 2, Kampus Tamalanrea, Makassar.
Keempat akademisi yang kini resmi menyandang status anggota Dewan Profesor Unhas adalah:
• Prof. Dr. A.M. Rusli, M.Si. (Guru Besar Bidang Ekologi Pemerintahan)
• Prof. Dr. Gustiana A. Kambo, S.I.P., M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Politik Identitas)
• Prof. Dr. Arianto, S.Sos., M.Si. (Guru Besar Bidang Ilmu Media dan Komunikasi)
• Prof. Seniwati, S.Sos., M.Hum., Ph.D. (Guru Besar Bidang Ilmu Hubungan Internasional)
Salah satu orasi ilmiah yang mencuri perhatian adalah pidato dari Prof. Dr. Arianto yang membahas “Ekologi Media dan Perilaku Komunikasi di Era New Media”. Dalam orasinya, Prof. Arianto menjelaskan bahwa media saat ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran informasi, melainkan telah membentuk sebuah ekologi komunikasi yang kompleks.
Menurutnya, transformasi ini telah mengubah cara manusia berpikir, berinteraksi, dan membangun realitas sosial secara mendalam. Media modern menghadirkan pengalaman psikologis dan imajiner dalam ruang siber (cyberspace), di mana komunikasi kini sepenuhnya dimediasi oleh teknologi.
Prof. Arianto juga menggaris bawahi pentingnya literasi digital sebagai agenda keilmuan dan kebijakan publik. Ia mengusulkan tiga arah penelitian lanjutan yang krusial, yaitu isu budaya dan identitas sosial di ruang digital, tantangan etika dan privasi di tengah teknologi kecerdasan buatan, serta pentingnya regulasi komunikasi di dunia maya.
Menurutnya, riset ini relevan di berbagai sektor, dari industri hingga pendidikan, dan harus berfokus pada penciptaan masyarakat yang berbudaya dan inklusif.
Di akhir pidatonya, Prof. Arianto menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para pimpinan Unhas, rekan sejawat, para pembimbing, dan keluarganya.
Selain Prof. arianto yang diterima sebagai Anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor 596, tiga guru besar yang telah dikukuhkan, masing-masing berasal dari lintas disiplin ilmu yang berbeda:
Prof. Dr. A.M, Rusli., M.Si, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekologi Pemerintahan. Ia diterima sebagai anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor anggota 594.
Prof Rusli menyampaikan orasi berjudul Patologi Birokrasi dalam Persfektif Ekologi Pemerintahan.
Prof Rusli lahir di Cangadi, Soppeng, 27 Juli 1964. Jabatan fungsional guru besar dengan pangkat Pembina Utama IV/c.
Karier pendidikannya dimulai dari SDN 68 Cangadi II Soppeng (1976), berlanjut ke SMP Negeri 1129 (1980), dan SMA Negeri 800 (1983). Ia melanjutkan studi S1 di Program Ilmu Pemerintahan Unhas, lulus 1987.
Gelar magister diraih dari Pascasarjana UNAIR Surabaya bidang Ilmu-Ilmu Sosial (1988), sebelum menuntaskan doktoral di Administrasi Publik, Pascasarjana Unhas pada 2014.
Di kampus merah, Prof Rusli pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan (2020–2024).
Saat ini, ia dipercaya memimpin Program Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas sejak 2024.
Prof. Dr. Gustiana A Kambo., SIP., M.Si. Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Politik Identitas FISIPOL Unhas. Ia diterima sebagai anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor anggota 595.
Prof Gustian menyampaikan orasi berjudul Diskursif Pemikiran Politik Identitas dalam Ranah Kepentingan Keberagaman dan Kepentingan Kelembagaan.
Prof Dr Gustiana A Kambo lahir di Polmas (sekarang Polewali Mandar), 13 Agustus 1973. Jejak pendidikan Prof Gustiana dimulai dari Ilmu Politik Unhas, tempat ia meraih gelar sarjana pada 1997 sekaligus dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik FISIP Unhas tahun itu.
Ia melanjutkan studi magister dan doktoral di UNAIR Surabaya, keduanya dalam bidang Ilmu Sosial dengan konsentrasi Ilmu Politik. Gelar doktor diselesaikannya pada 2007.
Ia menjabat Ketua Program Studi Ilmu Politik dua periode berturut-turut (2008–2012 dan 2012–2014).
Lalu naik sebagai Wakil Dekan II FISIP Unhas (2014–2016) dan Wakil Dekan I (2016–2018).
Prestasinya sebagai Ketua Prodi Ilmu Politik bahkan diganjar penghargaan sebagai Ketua Prodi Berprestasi Unhas tahun 2013. Kini, Prof Gustiana dipercaya menakhodai Program Studi S3 Ilmu Politik Unhas.
TerakhirProf Seniwati., S.Sos., M.Hum., PhD, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hubungan Internasional. Ia diterima sebagai Anggota Dewan profesor Unhas dengan nomor keanggotaan 597.
Prof Seniwati menyampaikan orasi ilmiah berjudul Strategi Penanganan Terorisme di ASIA Tenggara melalui Kerja Sama Internasional
Prof Seniwati lahir di Makassar, 2 Februari 1976.
Ia kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Departemen Hubungan Internasional (HI) FISIP Unhas
Ia adalah alumni sarjana Hubungan Internasional Unhas pada 1998.
Kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia fokus pada American Studies dan lulus tahun 2001.
Tak berhenti di situ, Prof Seniwati meraih gelar doktor pada 2014 dari Universiti Utara Malaysia, jurusan International Studies.
Pengukuhan empat guru besar ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan juga menegaskan peran strategis Unhas dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat di tengah dinamika global. (Leony amparita)









