Haji 2026, Kartu Nusuk Langsung Dibagikan di Embarkasi Makassar, 16.750 JCH Siap Diberangkatkan

SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Sebanyak 16.750 jemaah calon haji (JCH) dari delapan provinsi siap diberangkatkan dari Embarkasi Makassar menuju Tanah Suci.

Dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menghadirkan terobosan layanan, yaitu pembagian kartu Nusuk Hajj langsung di Asrama Haji Sudiang, yang dinilai akan sangat memudahkan jemaah.

Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, memastikan kesiapan penuh embarkasi. “Asrama Haji Sudiang sudah siap 100 persen menyambut tamu Allah,” ujarnya usai Apel Siaga PPIH Embarkasi Makassar, Senin (20/4/2026).

Menurut Ikbal, pemberangkatan kloter pertama dijadwalkan pada Selasa (21/4) dini hari. “Insya Allah besok kloter 1 kita terima pukul 08.00 WITA dan diberangkatkan pukul 03.20 WITA. Kloter 2 tiba pukul 11.00 WITA, berangkat pukul 07.00 WITA,” rincinya.

Yang membedakan pelaksanaan haji tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pembagian kartu Nusuk yang langsung dilakukan di embarkasi.

Kartu Nusuk merupakan identitas digital yang memungkinkan jemaah mengakses berbagai layanan ibadah di Mekkah dan Madinah, termasuk pelaksanaan umrah wajib serta pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Pembagian Nusuk akan kami lakukan di aula penerimaan. Semua layanan kami satukan dalam satu aula – one stop service. Petugas Syarikah (penyedia layanan) langsung turun tangan ke setiap embarkasi,” jelas Ikbal.

Dengan sistem baru ini, jemaah tidak perlu lagi mengurus kartu Nusuk secara terpisah setelah tiba di Arab Saudi.

“Itu sangat memudahkan jemaah yang ingin melaksanakan umrah wajib dan masuk ke Haramain (Mekkah dan Madinah) hingga Arafah,” tambahnya.

Embarkasi Makassar akan melayani 43 kloter yang berasal dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Sementara itu, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulsel, Ishak Iskandar, mengingatkan PPIH untuk bekerja profesional, terutama dalam hal konsumsi jemaah.

“Kami harapkan petugas katering dan lainnya mengantisipasi keamanan pangan, jangan sampai ada yang keracunan,” tegasnya.

Kemenhaj Sulsel juga sudah mengimbau jemaah agar tidak membawa makanan yang mudah basi atau kadaluwarsa dari kampung halaman. Imbauan ini menyusul kebiasaan JCH asal Sulsel yang kerap membawa bekal tradisional seperti burasa dan ketupat.

“Kan biasanya bawa makanan sebagai bekal burasa, ketupat, dan lain-lain yang mungkin sudah basi sampai di sini. Ini harus dijaga. Akan ada pemeriksaan dan pengawasan makanan yang dibawa dari kampung agar tidak basi dan kadaluwarsa,” pungkas Ishak.

Dengan berbagai inovasi layanan dan kesiapan penuh ini, Embarkasi Makassar optimistis dapat memberangkatkan seluruh jemaah haji 2026 dengan lancar, aman, dan nyaman. (Leony amparita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *