SENATORNEWS.ID, MAKASSAR — Tanpa antre panjang di bandara Jeddah, tanpa kelelahan menunggu pemeriksaan paspor setelah penerbangan 10 jam. Tahun ini, jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, menjadi saksi bisu revolusi layanan haji.
Seluruh proses keimigrasian Kerajaan Arab Saudi dipindahkan ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Bukan hanya itu, mereka juga menjadi kloter pertama dalam sejarah Embarkasi Makassar yang seluruhnya diisi oleh satu kabupaten tanpa campuran daerah lain.
Sebanyak 387 jemaah calon haji Kabupaten Soppeng akan mencatatkan namang dalam lembaran baru penyelenggaraan ibadah haji Sulawesi Selatan. Mereka tergabung dalam Kloter 1 Embarkasi Makassar yang dilepas dini hari, Rabu (22/4) pukul 03.20 WITA dari Asrama Haji Sudiang.
Yang istimewa, untuk pertama kalinya, kabupaten yang berjarak 180 km utara Makassar ini mengirimkan jemaah dalam satu kloter penuh tanpa bergabung dengan daerah lain. Sebuah kehormatan sekaligus bukti lonjakan kuota yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa percepatan jadwal keberangkatan subuh ini bukan tanpa alasan.
“Ini konsekuensi dari implementasi layanan *Makkah Route*. Seluruh pemeriksaan keimigrasian Saudi yang dulu dilakukan di Jeddah atau Madinah, kini kami lakukan di Bandara Sultan Hasanuddin,” ujarnya saat menyambut kedatangan kloter pertama, Selasa (21/4/2026).
Dampaknya luar biasa, setelah mendarat di Arab Saudi, jemaah langsung naik bus menuju hotel tanpa pemeriksaan paspor lagi. Karena gelang identitas Nusuk yang tahun lalu baru dibagikan di Mekkah kini dipasangkan di Asrama Haji Makassar.
Sehingga data jemaah sudah terintegrasi penuh dengan sistem Saudi sebelum pesawat take off. “Ini seperti membawa ‘pintu masuk Saudi’ ke Makassar,” tambah Ikbal.
Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, yang hadir langsung mengawal jemaah dari Bumi Latemmamala, tak bisa menyembunyikan rasa syukur. Pasalnya, kuota haji Soppeng tahun ini melonjak tiga kali lipat, dari normalnya 237 orang menjadi 961 orang.
“Alhamdulillah, Soppeng masuk empat besar kabupaten dengan jemaah terbanyak di Sulsel, bersama Bone, Wajo, dan Gowa,” ungkap Selle.
Lonjakan ini sekaligus memangkas masa tunggu haji yang sebelumnya menembus 15 tahun. “Rata-rata tunggu Sulsel sekarang 26 tahun, tapi dengan tambahan kuota ini, masyarakat Soppeng lebih cepat berangkat. Kami bersyukur ada terobosan dari Kementerian Agama,” tuturnya.
Prosesi penerimaan kloter perdana berlangsung khidmat dan meriah. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel dan Inspektorat Jenderal Kementerian Haji turut hadir memberikan doa restu.
“Semakin banyak yang mendoakan, insya Allah jemaah kami semakin dimudahkan di Tanah Suci dan pulang sebagai haji yang mabrur,” harap Selle.
Setelah kloter pertama ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar kembali menerima kloter kedua dari Kabupaten Sidrap pukul 11.00 WITA yang dijadwalkan terbang, pukul 07.05 WITA keesokan harinya. (Leony amparita)






