SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (UNHAS) memperkuat sistem pelaksanaan UTBK SNBT 2026 dengan pengawasan berlapis, teknologi jammer, CCTV, serta keterlibatan aparat keamanan. Di hari pertama ujian, Selasa (21/4/2026),
Rektor UNHAS Prof. Jamaluddin Jompa memperingatkan sindikat kecurangan akan blacklist seumur hidup, dan mahasiswa yang terbukti curang meski sudah duduk di semester dua tetap akan dikeluarkan tanpa ampun.
Prof Jamaluddin Jompa, menyatakan bahwa UTBK merupakan tahapan penting menyaring calon pemimpin bangsa. “Kami ingin memastikan seluruh peserta mengikuti ujian dengan baik, nyaman, dan terlindungi dari berbagai potensi gangguan maupun kecurangan,” ujarnya.
Tahun ini, secara nasional UTBK berlangsung 21–30 April 2026, sedangkan Pusat UTBK Unhas melaksanakan ujian pada 21–28 April 2026 dalam 16 sesi. Unhas menyiapkan 15 lokasi dengan total 43 ruang ujian: Kampus Tamalanrea 12 lokasi (35 ruang), Kampus Gowa 3 lokasi (8 ruang).
Jumlah peserta UTBK di UNHAS mencapai 18.971 orang, sementara peminat yang memilih Unhas meningkat signifikan dari 31.000 menjadi 33.600 orang tahun ini.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNHAS sekaligus Ketua Pusat UTBK, Prof. Muhammad Ruslin, memaparkan sejumlah mitigasi teknis dengan pengadaan Jammer ditambah dan diuji di setiap lokasi untuk menutup celah komunikasi ilegal.
Lalu CCTV dipastikan beroperasi penuh, diarahkan ke peserta (membelakangi monitor) demi identifikasi, bukan ke layar komputer.
“Kita juga menggunakan Flash disk khusus untuk instalasi aplikasi ujian di setiap ruangan, mencegah praktik mirroring seperti tahun lalu. Termasuk, lokasi ujian baru diinformasikan setelah H-3 guna mencegah pengaturan tempat oleh sindikat joki” ungkap Prof Ruslin.
Untuk memastikan tidak ada perjokian, verifikasi identitas peserta dilakukan tiga kali oleh pengawas; perubahan data ditutup pada H-8 sebelum ujian.
“UNHAS menyiapkan ATK, buku saku pedoman bagi peserta, penanggung jawab lokasi (PJL), dan pengawas ujian. Termasuk melibatan aparat keamanan sesuai kebutuhan lapangan,” tukasnya.
Prof. Ruslin juga menegaskan bahwa untuk peserta berkebutuhan khusus (tuna rungu, tuna wicara), UNHAS telah menyiapkan lokasi khusus di lantai 1 FKG dengan akses mudah dan fasilitas pendampingan yang memadai.
“Tidak ada kendala teknis setelah dipantau langsung Bapak Rektor. Peserta tidak mengeluhkan masalah jaringan,” ujarnya.
Rektor Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) mengakui bahwa sindikat kecurangan terus berkembang. Tahun lalu, Unhas disebut “paling kejam” karena berhasil memenjarakan pelaku. Tahun ini, peringatan dipertegas.
“Saya peringatkan pada siapapun yang mencoba-coba curang. Anda semua akan menghadapi kekuatan besar. Kami tidak akan main-main. Sekali kedapatan, blacklist selamanya. Kalau pun lolos di pintu satu, masih ada pintu berikutnya. Bahkan jika sudah lolos semester satu, lalu ketahuan di semester dua, kami tetap akan mengeluarkan. Tidak ada ampun, siapapun Anda, anak siapapun.”
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melibatkan aparat keamanan untuk mencegah aksi sindikat. “Kami ingin kejujuran. Ini ujian luar biasa, menyaring calon pemimpin bangsa,” pungkasnya. (Leony amparita)






