Kurangi Polutan, Menteri LH Dorong Kendaraan Listrik

SENATORNEWS.ID, JAKARTA — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup terus mendorong penggunaan kendaraan listrik secara masif sebagai langkah strategis untuk menekan tingkat polusi udara, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik merupakan solusi paling efektif dalam pengendalian pencemaran udara.

“Transformasi fundamental dapat dijalankan melalui elektrifikasi alat transportasi masyarakat, sehingga mampu menekan emisi gas buang, khususnya di Jakarta,” ujar Hanif dalam keterangannya, Selasa (27/5/2025).

KLH mencatat, sekitar 35% polusi udara di Jakarta bersumber dari emisi kendaraan bermotor konvensional.

Hanif juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk mengurangi polusi khususnya di masa musim kemarau yang sudah mulai dekat.

“Jika peralihan ke kendaraan listrik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam waktu dekat, maka upaya alternatif yang dapat dilakukan adalah mengurangi mobilitas masyarakat,” pungkasnya.

Upaya mempercepat transisi ke kendaraan listrik turut diperkuat dengan pengembangan ekosistem industri baterai yang kini menjadi salah satu sektor strategis nasional. Dukungan terhadap industri ini menjadi kunci dalam mempercepat elektrifikasi transportasi di Tanah Air.

Dalam konteks ini, Indonesia memiliki kekayaan mineral strategis seperti grafit karbon, nikel, mangan, kobalt, lithium, aluminium, dan tembaga—komoditas yang mayoritas dikelola oleh perusahaan negara di bawah naungan BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID.

Sebagai pengelola sumber daya mineral dan batu bara milik negara, MIND ID bersama seluruh Anggota Grup didorong untuk memainkan peran sebagai penggerak dalam pengembangan rantai pasok industri kendaraan listrik, mulai dari hulu hingga hilirisasi secara terintegrasi. (Koko andara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed