UNHAS Bebaskan UKT hingga Akses Fast Track untuk Mahasiswa Sumatera Terdampak Bencana

SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Tidak sekadar mengungkapkan keprihatinan, Universitas Hasanuddin (UNHAS) memberikan sepaket bantuan nyata bagi mahasiswanya yang berasal dari wilayah Sumatera yang dilanda bencana alam.

Langkah ini diwujudkan mulai dari pembebasan biaya kuliah hingga penawaran jalur percepatan studi S2, sebagai upaya meringankan beban dan menjaga semangat belajar mereka.

Dalam respons cepat terhadap musibah yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Pimpinan UNHAS turun tangan langsung memberikan perhatian dan dukungan sistematis kepada mahasiswa terdampak. Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., secara khusus mengadakan pertemuan mendalam dengan delapan perwakilan mahasiswa asal Sumatra di ruang kerjanya.

Pertemuan yang dihadiri pula oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K), dan Direktur Kemahasiswaan, Abdullah Sanusi, SE., MBA., Ph.D., tersebut lebih dari sekadar dialog. Prof. Jompa, yang akrab disapa Prof. JJ, menegaskan komitmen kampus untuk mendampingi mahasiswa melewati masa sulit ini.

“Kami sangat prihatin. Saya harap kalian tetap bisa fokus belajar. Anggap ini ujian kesabaran. Semangat kuliah kalian adalah investasi untuk membawa perubahan, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga untuk tanah kelahiran kalian di Sumatra,” pesan Rektor kepada para mahasiswa.

Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk kebijakan konkrit yang langsung meringankan beban. Pertama, UNHAS akan memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk semester depan bagi seluruh mahasiswa yang terdampak bencana. Kedua, akan diberikan kompensasi khusus bagi penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang juga mengalami dampak serupa.

Yang tak kalah penting, Unhas menyiapkan program Fast Track (jalur percepatan) bagi mahasiswa berprestasi yang terdampak. Program ini memungkinkan mereka melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) di Unhas dengan persyaratan khusus, jika dapat menyelesaikan studi sarjana tepat waktu.

“Dukungan ini kami berikan agar mereka tetap dapat menjalankan proses pendidikan dengan baik, meski berada dalam situasi yang sangat sulit akibat bencana,” tegas Prof. JJ.

Kebijakan komprehensif ini menunjukkan pendekatan Unhas yang tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga memikirkan kelanjutan studi dan masa depan mahasiswanya, mengubah keprihatinan menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *