SENATORNEWS.ID, MAKASSAR – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Bulog telah menyewa 211 unit gudang untuk menampung lonjakan stok beras.
Kapasitas gudang permanen hanya 2-3 juta ton, sementara stok nasional telah mencapai 4,5 juta ton.
Langkah ini ditempuh karena kapasitas gudang permanen tidak mampu menampung lonjakan stok beras.
“Bayangkan, gudangnya yang disewakan ke orang karena tidak diisinya. Dan di situlah puncak kebahagiaan sebagian orang kalau tidak ada beras. Sekarang ini sewa gudang,” ujar Amran, di Makassar, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa kapasitas gudang Bulog hanya 2-3 juta ton, sementara stok nasional saat ini 4,5 juta ton dan diproyeksikan mencapai 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Kita sudah sewa 2 juta ton kapasitasnya. Kita akan sewa lagi ke depan. Kemungkinan ke depan itu 10 hari, 20 hari sudah 5 juta ton,” katanya.
Menurut Amran, tingginya stok ini membuat pemerintah tidak perlu mengimpor beras dalam jumlah besar seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya impor itu sampai 200-500 ribu ton. Indonesia, ayo ambil di gudang kita,” ujarnya (*)











