SENATORNEWS.ID – Sanksi yang dijatuhkan pihak Komite Disiplin (Komdis) PSSI terhadap bek PSM Makassar Yuran Fernandes menjadi sorotan banyak pihak, termasuk pengamat sepak bola Muhammad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus.
Dalam komentarnya Bung Kus menilai bahwa hukuman yang dijatuhkan PSSI pada pemain andalan PSM Makassar Yuran Fernandes terlalu berat, dan patut dibahas kembali.
“Tentang hukuman untuk Yuran yang dirasa terlalu berat, itu memang bisa diperdebatkan,” ungkap Bung Kus 10 Mei 2025.
“Cara pandang Yuran, publik, dan Komisi Disiplin PSSI bisa jadi berbeda tergantung perspektif masing-masing,” lanjutnya.
Ia menyebut ada ruang untuk mendiskusikan kembali sanksi tersebut melalui proses banding, untuk menguji apakah hukuman yang dijatuhkan tersebut sesuai atau tidak.
“Bisa meminta sidang banding untuk menguji apakah hukuman itu sesuai dengan tingkat kesalahannya,” jelasnya.
Bung Kus melihat dari sudut pandang etika, sanksi tersebut dapat dinilai sebagai upaya menegakkan nilai-nilai profesionalisme, namun demikian tetap ada ruang untuk membahas kembali terkait hukuman tersebut proporsional dengan tingkat kesalahannya.
Sebelumnya, Komisi Disiplin PSSI menjatuhan sanksi berupa larangan bermain selama satu tahun ditambah denda Rp 25 juta pada Yuran Fernandes buntut kritik yang dilontarkannya usai pertandingan PSM vs PSS Sleman, 3 Mei 2025.






