Perkuat Dukungan Swasembada Pangan Nasional, Tahun 2026 Lampung Target Produksi Padi 3,50 Juta Ton GKP

SENATORNEWS.ID, LAMPUNG–Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Doktor Insinyur Muhammad Taufiq Ratule, M.Si memimpin Rapat Koordinasi Lintas Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Lampung di Kantor BRMP, Bandar Lampung, Kamis, 18 Januari 2025.

Taufik Ratule kembali mengingatkan pentingnya swasembada sebagai tonggak utama ketahanan bangsa. Itu sebabnya semua upaya dikerahkan untuk mencapai swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“Terimakasih kepada seluruh stake holder di Lampung yang telah berkolaborasi dan bersinergi bahu-membahu mencapai swasembada,” kata Taufiq.

Sebagai penanggungjawab swasembada Lampung, Taufiq menyebut stakeholder di Lampung kompak. Mulai Danrem, Kapolda, Kajati, Bulog, para Kadis hingga Gubernur dan petani.

“Karena kekompakan kita semua, produksi Lampung naik 14 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa kerja keras kita di Lampung ada hasilnya. Kerja kita tercatat berhasil,” ungkapnya.

Namun demikian ia juga mengingatkan bahwa yang dicapai tahun ini sekaligus tantangan untuk menaikkan 20 persen tahun depan, atau paling tidak mempertahankannya.

“Tidak boleh turun. Kalau hasil tahun depan turun, maka kita bisa dianggap tidak berhasil,” kata Taufiq Ratule.

Tahun 2026, kata Taufiq Ratule, Lampung menargetkan produksi hingga 3,50 juta ton gabah kering panen (GKP).

Rakor Lintas instansi yang membahas hasil, evaluasi dan program ke depan ini dihadiri Tenaga Ahli Menteri (TAM) Doktor Insinyur. Pamuji Lestari, M.Sc, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Provinsi, Elvira Umihanni, SP, MT, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Endro Gunawan, SP, ME, Ph.D yang sekaligus bertindak sebagai tuan rumah.

Juga hadir Kepala Balai Besar Mekanisasi Pertanian (Mektan), Agung Prabowo, Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Adi Destriadi, Kepala Seksi II Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung (Kajati), Andre, Rindo Safutra (Pinwil Perum Bulog Lampung), Samuelson (Kabid OP BBWS); Andre (kasi B Kajati Lampung), Kepala BPS Lampung, Herman TAM bidang Informasi dan teknologi serta Kepala-kepala Dinas dan unsur terkait.

Menurut Taufiq, terdapat enam unsur penentu keberhasilan swasembada yang bergerak dalam satu komando yakni Irigasi (PU), Benih Unggul (ID Food), Pupuk Bersubsidi (Pupuk Indonesia/PIHC), Padi Gogo/Sawit (PTPN), Program Cetak Sawah 3 Juta Hektar (Kementan, PU), dan Bulog sebagai penyerap hasil panen.

“Dulu kalau ke lapangan ada empat hal yang selalu disampaikan petani, yakni benih, alsintan, pupuk dan air. Sekarang pupuk tidak lagi jadi persoalan,” ungkapnya.

Berbagai indikator keberhasilan dukungan Lampung terhadap swasembada terlihat pada peningkatan produksi, kenaikan luas tambah tanam dan dukungan berbagai pihak.

Pada akhir paparannya, Taufiq Ratule menyampaikan enam poin penting, yakni:

1. Melanjutkan swasembada pangan berkelanjutan. Target produksi padi Lampung 2026 sebanyak 3,50 juta ton gabah kering Panen (GKP).

2. Melanjutkan program oplah seluas 14.055 hektar di enam kabupaten (Lampung Selatan, Lampung Timur, Mesuji, Tulang Bawang, Way Kanan dan Pringsewu).

3. Cetak sawah seluas 1.480 hektar di tiga kabupaten (Lampung Timur, Tulang Bawang dan Mesuji).

4. Kegiatan Irigasi meliputi irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, ji alan usahatani, RJIT dan rehabilitasi lahan sawah.

5. Bantuan Benih; reguler, padi Gogo, dan benih oplah.

6. Bantuan alsintan dari kegiatan I Care BRMP di empat kabupaten (Mesuji, Lampung Selatan, Lampung Utara, dan Tulang Bawang) akan meluncur pada 2026.

Rakor Lintas instansi diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada stake holder yang selama ini dinilai berhasil dalam mendukung program swasembada di Provinsi Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *